Cloth Diaper
Sudah menjadi kebutuhan setiap anak untuk menggunakan popok, baik dari bayi baru lahir hingga usia batita. Diaper atau popok sebetulnya bukan barang baru. Sejak jaman dahulu, mulai dari popok kain yang tidak menyerap cairan kemudian digantikan dengan popok sekali pakai yang praktis., hingga temuan terbaru cloth diaper atau popok kain serap air. Perkembangan popok tersebut demi kenyamanan dan kesehatan bayi kita. Namun sadarkah bunda, bahwa pospak yang praktis digunakan untuk bayi ternyata dapat menimbulkan masalah pada kulit bayi seperti diaper rash. Diaper rash yaitu iritasi kemerahan pada kulit bayi di daerah yang terpajan diaper/popok. Hal itu terjadi karena iritasi kulit pada bayi sensitif akibat bahan pospak atau bisa juga karena pajanan air seni/kotoran bayi yang terlalu lama pada kulit.
Jika ayah bunda belum memakai cloth diaper maka pertimbangkanlah uraian berikut. Cloth diaper adalah popok kain berkantong yang bisa dicuci ulang. Cloth diaper terdiri dari pocket atau cover yang anti bocor namun tetap breathable untuk kulit bayi; bahan dalam (inner) yang bersifat kuat menyerap air; dan insert yang terbuat dari bahan yang memiliki daya serap air tinggi sehingga menampung air lebih banyak. Jika Ayah Bunda sudah memutuskan untuk beralih dari popok sekali pakai ke cloth diaper maka keputusan yang diambil sudah sangat bijaksana.
Popok Kain lebih nyaman dan sehat
Kami percaya bahwa kenyamanan dan kesehatan adalah salah satu alasan yang terpenting untuk memilih popok kain! Popok kain terbuat dari bahan yang lembut, dan bersirkulasi udara yang memberikan anak anda rasa lembut dan nyaman.
Sebagai tambahan, ketika bunda membandingkan daya serap antara popok kain dan popok sekali pakai, maka popok kain memiliki daya serap yang sedikit lebih rendah. Ini adalah hal yang baik! Popok kain mulai terasa lembab rata-rata setelah 4 jam dipakai sedang penyerap ultra pada popok sekali pakai menyembunyikan kelembaban/kebasahan. Artinya anak-anak akan lebih sering mengganti popok kain daripada anak-anak yang menggunakan popok sekali pakai (yang berarti duduk di atas kotoran mereka sendiri lebih lama).
Bundalah yang paling mengerti kondisi kulit bayi bunda.
Popok kain lebih ekonomis
Meskipun biaya awal popok kain lebih mahal, tapi anda akan menghemat banyak karena popok kain dapat bertahan bertahun – tahun. Cloth diaper yang ramah lingkungan ini lebih hematt karena ukurannya yang all size dapat digunakan sampai usia 2 tahun atau berat anak 15 kg. Bila digunakan sesuai aturan popok kain dapat disimpan untuk adik-adiknya kelak.
Ayah Bunda....Mari berhitung pemakaian popok buah hati kita. Apakah anda masih memakai pospak seperti P*mp*rs, M*m*P*ko, H*gg**s, dll? Sudah berapa banyak pengeluaran Ayah Bunda untuk membeli pospak tersebut? Pemakaian per harinya bervariasi, anggap saja pemakaian nya minimal 4 popspak per hari.
1 hari = 4 pospak
1 bulan = 4 pospak x 30 hari = 120 pospak
Harganya bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Mari kita anggap 1 buahnya Rp 2000.
120 pospak x Rp. 2000 = Rp. 240.000/bulan
1 tahun = 12 bulan x Rp. 240.000 = Rp. 2.880.000
2 tahun = 24 bulan x Rp. 240.000 = Rp. 5.760.000
Ditambah lagi biaya untuk membeli cream untuk mengobati ruam popok. Semua uang yang dikeluarkan berakhir menjadi SAMPAH yang baru akan terurai 500 tahun !
Jika memakai cloth diaper satu ukuran (S,M, dan L dalam satu) sejumlah 8 buah cukup untuk pemakaian full time sampai usia 2 tahun. Ayah Bunda bisa berhemat banyak dan bisa "diwariskan".
Coba hitung, berapa yang Ayah Bunda hemat untuk 2 orang anak ? 3 anak? dst........
Jika memakai cloth diaper satu ukuran (S,M, dan L dalam satu) sejumlah 8 buah cukup untuk pemakaian full time sampai usia 2 tahun. Ayah Bunda bisa berhemat banyak dan bisa "diwariskan".
Coba hitung, berapa yang Ayah Bunda hemat untuk 2 orang anak ? 3 anak? dst........

No comments:
Post a Comment